Menurut Philip Kotler (2000:251-252), yang dimaksud dengan keputusan pembelian
adalah suatu proses penyelesaian masalah yang terdiri dari menganalisa atau
pengenalan kebutuhan dan keinginan, pencarian informasi, penilaian sumber –
sumber seleksi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian, dan perilaku
setelah pembelian.
Tahap – Tahap dalam
Proses Pengambilan Keputusan
Menurut Engel et al. (1994:31-32) dan Lamb et al. (2001:188), ada lima tahapan yaitu :
- Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian oleh konsumen diawali
sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut dapat
ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan
internal, terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti
lapar dan haus) telah mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi
pendorong. Sedangkan rangsangan eksternal, salah satunya terjadi karena
seseorang menonton iklan atau melihat produk baru milik tetangganya.
- Pencarian Informasi
Setelah konsumen yang terangsang
kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih
banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk. Selanjutnya, orang
mulai aktif mencari informasi: bertanya kepada teman, mendatangi toko
untuk mencari tahu atau membuka-buka internet untuk membandingkan
spesifisikasi dan harga barang. Sumber informasi konsumen terdiri atas empat kelompok, yaitu :
a. Sumber pribadi yang mepiluti keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
b. Sumber komersial yang meliputi iklan, tenaga penjual, pedagang perantara dan pengemasan.
c.Sumber umum yang meliputi media masa, organisasi ranting dan konsumen.
d. Sumber pengalaman yang meliputi penganganan, pemeriksa dan penggunaan produk.
a. Sumber pribadi yang mepiluti keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
b. Sumber komersial yang meliputi iklan, tenaga penjual, pedagang perantara dan pengemasan.
c.Sumber umum yang meliputi media masa, organisasi ranting dan konsumen.
d. Sumber pengalaman yang meliputi penganganan, pemeriksa dan penggunaan produk.
- Evaluasi Alternatif
Evaluasi umunya mencerminkan keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perilaku pem
belian mereka. Keyakinan (belief) adalah
gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran sesuatu.
Keyakinan seseorang tentang produk atau merek mempengaruhi keputusan
pembelian mereka. Yang tak kalah pentingnya dengan keyakinan adalah sikap. Sikap (attitude)
adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan yang
menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada sesorang
pada objek atau gagasan tertentu (Spector, 2000 dalam Kotler dan Keller,
2007).
- Keputusan Pembelian
Dalam suatu kasus pembelian, konsumen
bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi merk, pemasok, jumlah,
waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Contohnya ketika m
embeli kendaraan atau peralatan mesin.
Namun dalam pembelian produk sehari-hari, keputusan konsumen bisa jadi
lebih sederhana. Contohnya ketika membeli gula, seorang konsumen tidak
banyak berfikir tentang pemasok atau metode pembayaran.
- Perilaku Pascapembelian
Setelah pembelian dilakukan, konsumen
akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya.
Konsumen akan membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk
lain. Hal ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan
fasilitas-fasilitas tertentu pada barang yang telah ia beli, atau
mendengar keunggulan tentang merek lain.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Pembelian
Beberapa ahli pendapat,
pembelian konsumen selalu diawali oleh perasaan. Seringkali konsumen melakukan
pembelian bukan karena kebutuhan, namun karena emosi, perilaku manusia selalu
diawali oleh adanya keinginan.manusia membeli bukan apa yang dibutuhkan
melainkan apa yang diinginkan. Keinginan merupakan suatu bentuk perasaan atau
harapan manusia akan kondisi tertentu. Bagi pemasar, perilaku konsumen yang
dinilai emosional ini dapat menjadi kesempatan sekaligus bumerang dalam meraih
dan mempertahankan konsumen. Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku
pembelian adalah
a. Motivasi (Motivation) merupakan dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu. pada kenyataannya dalam keputusan pembelian konsumen didorong oleh lebih dari satu kebutuhan. kecenderungan untuk memuaskan kebutuhandan keinginan secara bersamaan menimpulkan konflik tersendiri dalam diri konsumen. bagaimana konsumen mengatasi konflik ini sangat tergantung dengan tujuan yang hendak dicapainya. Pada akhirnya konsumen harus memilih produk apa yang dikonsumsi sekaligus mampu mengatasi konflik motivasi yang ada.
b. Persepsi
(perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap
stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan
pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.a. Motivasi (Motivation) merupakan dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu. pada kenyataannya dalam keputusan pembelian konsumen didorong oleh lebih dari satu kebutuhan. kecenderungan untuk memuaskan kebutuhandan keinginan secara bersamaan menimpulkan konflik tersendiri dalam diri konsumen. bagaimana konsumen mengatasi konflik ini sangat tergantung dengan tujuan yang hendak dicapainya. Pada akhirnya konsumen harus memilih produk apa yang dikonsumsi sekaligus mampu mengatasi konflik motivasi yang ada.
c. Pembentukan sikap (Attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
d. Integritas (Integration) merupakan keatuan anatar sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang dimabil. perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan teked seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar